Lomba & Kompetisi

Kompetisi Konstruksi Ramping 4.0

Kompetisi Konstruksi Ramping 4.0

Konstruksi Ramping atau Lean Construction adalah sebuah pendekatan yang diperkenalkan oleh Lauri J. Koskela, dari VTT Building and Transport di Finlandia, pada tahun 1992 dalam upayanya mencoba memperbaiki kinerja industri konstruksi dengan mengacu kinerja yang dapat dicapai oleh industri manufaktur dengan pendekatan Lean Production-nya. Secara konseptual kemudian Koskela mengembangkan filosofi dari Konstruksi Ramping ini dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat peneliti dan praktisi konstruksi yang tergabung dalam International Group for Lean Construction (IGLC) pada tahun 1993. Koskela dan kawan-kawan menitik beratkan awalnya pada proses produksi di lapangan, dengan adanya antara lain the Last Planner System (LPS), dan sampai saat ini sudah merambah kepada penyelenggaraan konstruksi secara holistik dengan Integrated Project Delivery-nya (IPD). Tujuan dari pendekatan Konstruksi Ramping ini adalah memaksimalkan nilai (value) yang ingin dicapai oleh pengguna akhir, namun dengan proses yang menghasilkan pemborosan (waste) minimal.

Perkembangan selanjutnya dari Konstruksi Ramping sangat menakjubkan. Terdokumentasi dan terdiseminasi dalam bentuk konperensi tahunan IGLC, yang menampilkan hasil-hasil riset dan pengembangan terkait Konstruksi Ramping di berbagai negara, dan dalam bentuk seminar tahunan Lean in Public Sector (LIPS), yang menampilkan adopsi pemerintah berbagai negara terhadap pendekatan Konstruksi Ramping dan hasil positifnya. Di Indonesia, penelitian terkait dengan Konstruksi Ramping sudah dimulai sejak tahun 2005 secara resmi, dengan dimotori Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi di ITB yang mengusung Agenda Penelitiannya berupa “Menuju Konstruksi Ramping di Indonesia”. Interaksi dengan masyarakat internasional di bidang Konstruksi Ramping telah dibina pula sejak tahun 2007.

Namun demikian, penyerapan masyarakat konstruksi di Indonesia terhadap Konstruksi Ramping ini tidak cepat dan meluas. Dukungan pemerintah dan praktisi untuk implementasi Konstruksi Ramping dalam praktek konstruksi perlu ditingkatkan. Sosialisasi Konstruksi Ramping harus dilakukan lebih jauh dari sekedar di kalangan akademisi semata dan hanya pada satu institusi pendidikan saja. Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan sebuah sarana penyebaran Konstruksi Ramping ini yang efektif. Untuk itu, maka Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi bermaksud untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi antar perguruan tinggi di Indonesia terkait dengan konstruksi ramping. Kegiatan Kompetisi Konstruksi Ramping ini merupakan upaya sosialisasi tersebut melalui ajang kompetisi. Telah dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut dari tahun 2016 (K2R 1.0) dengan fokus pada peserta dari mahasiswa perguruan tinggi yang memiliki program Sarjana dan pascasarjana yang relevan. Pada tahun yang ketiga (2018), cakupan kompetisi diperluas dengan mengikutsertakan praktisi konstruksi (kontraktor dan konsultan). Mengulang kesuksesan pada K2R 3.0, maka pada K2R 4.0 akan dipertahankan keikutsertaan perguruan tinggi dan praktisi konstruksi ini.